Bortezomib ialah obat yang dipakai untuk menyembuhkan multiple myeloma dan limfoma sel mantel

Bortezomib ialah obat yang dipakai untuk menyembuhkan multiple myeloma dan limfoma sel mantel. Multiple myeloma adalah tipe kanker darah, sedang limfoma sel mantel ialah tipe dari kanker getah bening.Peringatan:
Berhati-hati memakai obat ini jika menanggung derita masalah jantung, masalah peranan hati, dan masalah pernafasan.
Berhati-hati memakai obat ini jika menanggung derita masalah ginjal, terlebih jika jalani bersihkan darah.
Bortezomib membuat badan rawan pada infeksi. Jauhi contact langsung dengan pasien flu, campak, atau cacar air.
Jauhi lakukan imunisasi sepanjang jalani penyembuhan dengan bortezomib minimal enam bulan sesudah penyembuhan paling akhir.
Berhati-hati memakai obat ini jika menanggung derita diabetes, hipertensi, hipotensi, herpes zoster, hiperkolesterolemia, dan neuropati perifer.
Beritahu dokter bila sedang konsumsi bortezomib saat sebelum jalani operasi, terhitung operasi gigi.
Beritahu dokter bila sedang memakai beberapa obat lain, terhitung suplemen dan produk herba.
Bila terjadi reaksi alergi atau overdosis, selekasnya jumpai dokter.
Jumlah Bortezomib
Penetapan jumlah bortezomib bergantung ke keadaan yang dialami pasien. Di bawah ini ialah ukuran umum pemakaian bortezomib:

Multiple myeloma
Jumlah awalnya: 1,3 mg/m2 LPT, diberi sepanjang 3-5 detik lewat suntik ke pembuluh darah atau ke lemak. Penyembuhan berjalan sepanjang 6 minggu yang terdiri jadi 9 transisi.
Transisi 1-4: Pemberian jumlah dilaksanakan 2 kali dalam satu minggu, yakni di hari ke-1, 4, 8, 11, 22, 25, 29, dan 32.
Transisi 5-9: Pemberian jumlah dilaksanakan 1 kali dalam satu minggu, yakni di hari ke-1, 8, 22, dan 29.
Bila multiple myeloma kumat
Jumlah awalnya: 1,3 mg/m2 LPT, 2 kali satu minggu, sepanjang dua minggu (hari ke-1, 4, 8, 11) lewat suntik ke pembuluh darah atau ke lemak, dituruti dengan masa istirahat sepanjang 10 hari (hari keduabelas sampai 21). Penyembuhan bisa diperpanjang sampai lebih dari 8 transisi yang diberi 1 kali satu minggu sepanjang empat minggu (hari ke-1, 8, 15, 22), dituruti dengan masa istirahat sepanjang 13 hari (hari ke-23 sampai 35).
Limfoma sel mantel
Jumlah awalnya: 1,3 mg/m2 LPT, 2 kali satu minggu, sepanjang dua minggu (hari ke-1, 4, 8, 11), dengan masa istirahat sepanjang 10 hari (hari keduabelas sampai 21). Penyembuhan digabungkan dengan rituximab, cyclophosphamide, doxorubicin, dan prednison.
Bila limfoma sel mantel kumat
Jumlah awalnya: 1,3 mg/m2 LPT, 2 kali satu minggu, sepanjang dua minggu (hari ke-1, 4, 8, 11) lewat suntik ke pembuluh darah atau ke lemak, dituruti dengan masa istirahat sepanjang 10 hari (hari keduabelas sampai 21). Penyembuhan bisa diperpanjang sampai lebih dari 8 transisi yang diberi 1 kali satu minggu sepanjang empat minggu (hari ke-1, 8, 15, 22), dituruti dengan masa istirahat sepanjang 13 hari (hari ke-23 sampai 35).
Memakai Bortezomib dengan Betul
Bortezomib cuman ada berbentuk obat suntik yang bisa diberi lewat suntikan ke lemak atau pembuluh darah. Pemberian obat harus dilaksanakan oleh dokter atau tenaga kesehatan atas perintah dokter. Dokter akan mengawasi pernafasan, penekanan darah, dan peranan ginjal dan saraf sepanjang bortezomib diberi.

Yakinkan bortezomib tidak diberi di tempat suntik yang serupa untuk kurangi resiko cidera di bawah kulit.

Perbanyaklah konsumsi cairan sepanjang jalani penyembuhan dengan bortezomib untuk kurangi resiko masalah peranan ginjal.

Bortezomib bisa mengakibatkan pusing dan tidak sadarkan diri bila Anda begitu cepat berdiri dari status tiduran. Untuk menahan resiko ini, bangunlah secara perlahan-lahan, selanjutnya dalam sikap duduk tempatkan kaki ke lantai sepanjang beberapa waktu saat sebelum berdiri.

Hubungan Obat
Di bawah ini ialah beberapa resiko yang bisa terjadi jika bortezomib dipakai dengan obat lain:

Tingkatkan resiko neuropati perifer, bila dipakai dengan amiodarone, isoniazid, dan obat cholesterol kelompok statin.
Tingkatkan resiko hipotensi, bila dipakai dengan obat antihipertensi.
Turunkan kandungan dan efektifitas bortezomib, bila dipakai dengan phenobarbital, carbamazepine, dan enzalutamide.
Tingkatkan resiko infeksi serius, bila dipakai dengan golimumab.
Turunkan peranan sumsum tulang dan sel darah putih, bila dipakai dengan deferiprone.
Ketahui Dampak Samping dan Bahaya Bortezomib
Efek yang kemungkinan terjadi sesudah konsumsi bortezomib ialah:

Muntah dan mual
Sakit di kepala
Sakit maag dan raibnya selera makan
Diare
Konstipasi
Ngilu punggung dan persendian
Kram otot
Masalah tidur
Selekasnya kontak dokter bila efek semakin lebih buruk atau muncul keadaan sebagai berikut ini:

Tanda-tanda alergi, seperi gatal, tampil ruam, dan bengkak pada bagian muka, bibir, lidah, dan kerongkongan, sampai napas sesak.
Tanda-tanda dehidrasi, seperti selalu berasa haus, susah buang air kecil, keringat berlebihan, dan kulit kering.
Tanda-tanda masalah peranan hati, seperti ngilu disamping kanan perut dan penyakit kuning.
Tanda-tanda tidak berhasil jantung, seperti napas pendek, bengkak di tungkai sisi bawah, batuk dibarengi lendir, dan detak jantung cepat.
Bortezomib dapat mengakibatkan infeksi virus pada otak yang memacu kelumpuhan serta kematian. Selekasnya ke rumah sakit paling dekat bila tampil tanda-tanda berbentuk sakit di kepala luar biasa, telinga berdesing, penglihatan buram, disorientasi, atau kejang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *