Faktor Penyebaran Sumber Daya Alam

Seperti yang kita ketahui bersama, potensi SDA di dunia ini sangatlah beragam. Hal tersebut dapat dilihat dari penyebarannya di setiap benua, negara, bahkan pulau. Secara umum, penyebaran sumber daya alam ini dipengaruhi oleh tiga faktor yakni, letak astronomis, letak geografis, dan letak geologis.

Jenis Sumber Daya Alam
Berdasarkan potensinya, SDA terbagi menjadi dua jenis yaitu, hayati dan nonhayati. Berikut penjelasan lebih lengkapnya dari masing-masing jenisnya tersebut.

1. Sumber Daya Alam Hayati
Terdapat beberapa istilah yang sama untuk sumber daya alam hayati yaitu, biotik dan SDA yang dapat diperbarui. Sumber daya alam hayati adalah SDA yang dapat diusahakan lagi keberadaannya atau berasal dari kehidupan. Contohnya adalah makhluk hidup seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme.

2. Sumber Daya Alam Nonhayati
Jenis SDA ini juga memiliki beberapa istilah yakni, abiotik dan SDA yang tidak dapat diperbarui. Sumber daya alam nonhayati ialah SDA yang secara jumlah terbatas dikarenakan waktu pemanfaatannya lebih cepat dibandingkan pembentukannya. Contohnya antara lain, minyak bumi, emas, batu bara, dan beragam bahan tambang.

Pemanfaatan Sumber Daya Alam
Dalam menggunakan atau memanfaatkan SDA, terdapat beberapa hal yang penting untuk diketahui dan diperhatikan. Pertama, SDA memiliki faktor keterbatasan secara waktu pemanfaatannya. Kedua, setiap wilayah memiliki penyebaran sumber alam yang berbeda atau tidak merata. Kemudian hal yang terakhir, diperlukan kebijakan dalam pemanfaatannya yang dapat diperbarui maupun yang tidak dapat diperbarui.

Agar Quipperian semakin paham mengenai pemanfaatanSDA ini, selanjutnya akan dijelaskan 4 prinsip pemanfaatannya. Hal tersebut diperlukan guna terwujudnya ekoefisiensi atau ekonomi efisiensi yang memperhatikan hubungan ekologis untuk mengurangi dampak merugikan bagi ekosistem dan keberlangsungan pembangunan. Adapun 4 prinsip pemanfaatan tersebut antara lain:

Selektif: Diwujudkan dengan cara membuat perencanaan yang matang dan berkelanjutan dalam pengelolaan kebutuhan SDA.
Kelestarian: Pemanfaatan SDA membutuhkan jangka waktu yang panjang bagi kebutuhan manusia, itu berarti perlu adanya perlindungan atau pemeliharaan agar terpelihara kelestariannya.
Pembaruan: Usaha untuk selalu memperbarui SDA seperti, penangkaran hewan atau tumbuhan, penghijauan hutan, pengelolaan lahan pertanian, dan sebagainya.
Penghematan: Menghindari terjadinya pemborosan yang berdampak buruk atau mengganggu SDA bagi kebutuhan manusia baik secara kuantitas maupun kualitasnya.
Contoh Sumber Daya Alam dan Pemanfaatannya
Nah, supaya kamu makin mudah dalam belajar topik ini, berikut akan dipaparkan beberapa contoh, khususnya untuk jenis SDA nonhayati.

1. Hutan
Seperti yang kita ketahui bersama, hutan berfungsi sebagai paru-paru dunia yang mampu menyerap karbon dioksida dari udara lalu mengembalikannya menjadi oksigen untuk kebutuhan pernapasan manusia. Secara fungsi ekologis, hutan dapat mencegah erosi, banjir, menjaga kesuburan tanah, dan kelestarian makhluk hidup di dalamnya. Sedangkan secara fungsi ekonomi, hutan dapat dimanfaatkan sebagai penghasil kayu untuk kebutuhan mendirikan bangunan.

2. Minyak Bumi
Minyak bumi atau bahan penghasil energi berupa cairan kental berwarna kehijauan atau coklat gelap yang mudah terbakar dan berasal dari lapisan atas kerak bumi. Sumber daya alam minyak bumi ini menjadi salah satu sumber mineral yang sangat penting bagi kebutuhan manusia. Contoh pemanfaatanya antara lain, bensin, pelumas, nafta, LPG (Liquid Petroleum Gas) dan LNG (Liquid Natural Gas), bahan bakar minyak, semen, dan lain sebagainya.

3. Bahan Tambang
Quipperian, untuk menjelaskan contoh SDA dari bahan tambang ini, rasanya akan lebih mudah dengan melihat persebaran hasil tambang di Indonesia. Nah, karena dilalui oleh dua rangkaian cincin api dunia, negeri kita ini jadi kaya akan bahan tambang, lho. Hal tersebut terbukti dari banyaknya ditemukan lahan pertambangan timah yang menghasilkan kertas timah atau kaleng, bijih besi dengan hasil konsentrat besi, tambang intan-emas-perak yang menghasilkan perhiasan, tembaga dengan hasil perunggu atau kuningan, dan lahan pertambangan seng yang menghasilkan lembaran seng untuk kebutuhan atap rumah.

Demikian ulasan lengkap mengenai sumber daya alam yang menjadi salah satu materi Geografi kelas 9 pada Kurikulum 2013. Semoga Quipperian mendapatkan pengetahuan tambahan dari informasi di artikel ini, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *